Mengurus Sendiri Visa Schengen via Kedutaan Belanda

Sebenarnya saya jarang sekali mengurus sendiri visa karena malas untuk pergi ke Surabaya apalagi ke Jakarta. Sebelum visa Schengen ini, yang saya urus sendiri adalah visa Amerika karena agen langganan tidak terima visa Amerika dan visa Canada karena kebetulan ada urusan di Jakarta jadi sekalian urus sendiri visa Canada. Awalnya visa Schengen ini pun akan saya urus lewat travel agent tapi karena salah seorang teman di Malang menawarkan untuk ikut mobil dia ke VFS Belanda di Graha Pena Surabaya maka saya memutuskan apply sendiri, seandainya naik transportasi umum, saya lebih pilih lewat travel agen

Karena sejak tahun lalu Kedutaan Belanda Jakarta tidak lagi melayani pembuatan visa Schengen dan dialihkan ke VFS. Dimana VFS akan memeriksa aplikasi kita dan meneruskan ke Kedutaan Belanda Kuala Lumpur walaupun sticker visa menyatakan visa diterbitkan di Jakarta. Ada 3 lokasi di Indonesia dimana kita bisa mengajukan visa Schengen via Kedutaan Belanda yaitu: Jakarta, Surabaya dan Bali, alamatnya dapat dilihat disini: http://www.vfsglobal.com/netherlands/indonesia/contact-us.html Karena saya berdomisili di Malang maka saya memilih VFS Surabaya yang terdekat dari kota Malang

Sebelumnya terlebih dulu kita menentukan lewat kedutaan mana kita akan membuat visa Schengen. Banyak orang mengira kita membuat visa Schengen di kedutaan negara pertama kita masuk wilayah Schengen. Hal ini kurang tepat, kita membuat visa Schengen di kedutaan negara terlama dalam itinerary kita. Jadi meskipun kita masuk dari Belanda tapi jika dalam perjalanan terlama di Perancis maka kita membuat visa Schengen di Kedutaan Perancis bukan Belanda. Harap ini diperhatikan karena petugas VFS Belanda akan memeriksa bukti bookingan hotel kita untuk mengecek apakah kita memang terlama di Belanda

They must first identify which Schengen country is the main destination. This determines the State responsible for deciding on the Schengen visa application and therefore the embassy, high commission or the consulate where the traveller will have to lodge the application. If the main destination cannot be determined, the traveller should file the visa application at the embassy, high commission or consulate of the Schengen country of first entry. Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Visa_policy_of_the_Schengen_Area

Pertama, kita membuat janji kapan kita akan menyerahkan dokumen2, tautannya disini: http://www.vfsglobal.com/netherlands/indonesia/schedule-an-appointment.html

Daftar dokumen yang diperlukan dapat dilihat disini http://www.vfsglobal.com/netherlands/indonesia/pdf/TOURIST_VISA.pdf Selain dokumen yang disebut disini juga diminta terjemahan KTP, KK dan Surat Nikah dalam bahasa Inggris atau Belanda. Waktu saya bilang syarat tersebut tidak ada di daftar dokumen, petugas nya bilang sudah ditulis di website, tapi saya tidak menemukan dimana. Tapi yah sudah lah karena saya memang menyiapkan terjemahan KTP dan KK dalam bahasa Inggris, boleh diterjemahkan sendiri tidak harus penterjemah tersumpah.

Sebaiknya membawa semua dokumen asli bukan hanya fotokopian nya saja buat jaga-jaga kalau petugas hendak mencocokkan dengan aslinya. Bawalah KTP, KK, buku tabungan, asuransi, dll yg asli

Sedangkan formulir aplikasi berada disini http://www.vfsglobal.com/netherlands/indonesia/pdf/Schengen-Visa-Application.pdf

Biaya visa EUR 60 atau IDR 850.000 ditambah jasa VFS IDR 350.000 dibayarkan tunai di kantor VFS http://www.vfsglobal.com/netherlands/indonesia/tourist.html

Pada hari yang kita pilih, saya menuju VFS Surabaya dengan menumpang mobil teman. Dia ber3 bersama suami dan ibu nya yang juga akan membuat visa Schengen. Kita diharapkan tiba di kantor VFS 15 menit sebelum jadwal yang kita pilih. Teman saya dan keluarganya masuk terlebih dulu dan ternyata aplikasi mereka ditolak karena lama di Belanda dan Jerman sama yaitu 3 hari. VFS mengharuskan Belanda terlama. Dengan berdebar2 selanjutnya giliran saya dan untung lah berjalan lancar karena bookingan hotel saya memang terlama di Belanda, setelah mengambil sidik jari, petugas VFS menginformasikan proses visa paling lama 15 hari kalender (bukan hari kerja)

Kita dapat melacak status permohonan disini https://www.vfsvisaonline.com/Global-Passporttracking/Track/Index?q=shSA0YnE4pLF9Xzwon/x/MI24mBrB3J1rBC1vdDKa5IQdrJXKYTs+DdVJBpH9l4ltQ2y2zBizKJUhg+buY7VsDgwoG+QYDsE4osnEf5eIoQ=

Disamping itu kita bisa menambahkan jasa lacak via email dan SMS dengan membayar IDR 20.000 (jasa lacak ini bersifat optional, jika paspor telah kembali ke kantor VFS maka kita akan diemail dan sms). Jika kita tidak mengaktifkan jasa lacak maka kita melacak secara manual dengan link diatas.

Teman saya pun berkata dengan pahit “jadi kita hari ini acaranya cuma mengantarkan kamu apply visa yah he he” Tapi hari itu juga teman saya memperbaiki bookingan hotel dengan menambah jumlah hari di Belanda. Kemudian memilih janji temu untuk besoknya dan aplikasi visa mereka semua diterima. Pada waktu teman saya menunggu saya, dia berbincang2 dengan satpam VFS, menurut satpam banyak orang marah2 karena aplikasinya ditolak apalagi yg domisili di luar kota.

Kasus teman yg lain juga aplikasinya ditolak karena bookingan hotelnya kurang 1 malam, teman saya beralasan karena yg 1 malam itu tidur di bus malam, tapi petugas VFS tidak mau, harus ada bookingan hotel sepanjang lamanya tiket kita.

Jadi pastikan semua dokumen lengkap untuk menghindari aplikasi kita ditolak dan menyebabkan kita harus kembali lagi. Aplikasi ditolak kita tidak perlu membayar apa2 kok.

Hal-hal lain:

  • Kita tidak membutuhkan tiket pesawat terbayar cukup reservasi / bukti booking tiket pesawat yang bisa kita minta di salah 1 travel agen atau buat sendiri di websitenya Thai Airways atau Qatar Airways. Saya menggunakan Thai Airways
  • Untuk asuransi perjalanan beli dengan uang pertanggungjawaban minimal EUR 30,000 karena di Indonesia memakai USD jadi saya beli yg USD 50,000

8 hari kemudian saya menerima email dari VFS bawa paspor sudah bisa diambil, apakah visa disetujui atau tidak baru ketahuan setelah kita membuka amplop yg diserahkan oleh petugas VFS yg berisi paspor kita. Visa Schengen via Kedutaan Belanda Malaysia (Kuala Lumpur) masa berlaku nya bervariasi tergantung petugas visa nya kasih kita berapa lama antara lain 45 hari, 1 tahun, 3 tahun atau yg terpanjang adalah sesuai masa berlaku paspor minus 3 bulan. Karena paspor saya masa berlakunya sampai 7 Januari 2020 maka dikurangi 3 bulan, saya dapat visa dengan masa berlaku sampai 7 Oktober 2019. Jadi jika ingin visa Schengen dengan masa berlaku panjang, apply lah saat punya paspor baru. Tentunya ada kriteria lain yaitu sebelumnya sudah punya visa Schengen via Kedutaan Belanda. Kalau baru visa Schengen pertama biasanya dapat 45 hari saja.

 

 

 

 

 

 

20 thoughts on “Mengurus Sendiri Visa Schengen via Kedutaan Belanda

  1. Mau tanya klo pernah dapat visa schengen dari kedutaan German.. buat appLy ke 2 nya bisa Lama gak seperti kedutaan BeLanda ya.. mungkin tahu 🙂
    appLy pertama dari kedutaan German dikasih pas sesuai itenerary.. peLit banget

  2. Hallo, salam kenal Pak Andreas..
    Mau nanya nih, semisal saya (4 orang) ingin berliburan di Amerika (mungkin di sekitar Florida dan New York), dan kami ingin sewa tour guide, kemana kita harus carinya ya ?
    Sebenernya dalam bayangan kami, tour guide yg kami maksud adl mahasiswa/I yg tinggal disana
    Terima kasih

      1. Kak saya juga mau dikirimkan contoh ktp kk yg diterjemahkan sendiri ya. Saya sempat tny di vfs kuningan katanya harus yg tersumpah.
        Untuk tiket yg d booking itu blm issued gpp yah utk apply? Apa itu sama dgn dummy ticket??

        1. Tergantung kedutaannya kalo kedutaan Belanda tidak harus penterjemah tersumpah
          Saya dan 8 orang teman pakai terjemahan sendiri dan visa nya goal semua
          iya gpp pake dummy ticket
          Contoh terjemahan sudah aku email yah

Comments are closed.