Mengurus Sendiri E-paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus, Surabaya

Saat paspor biasa saya sudah kehabisan halaman, paspor tersebut dibuat tahun 2015 dan halamannya sudah habis di pertengahan tahun 2017 ini. Saya dihadapkan dengan 2 pilihan yaitu membuat paspor biasa di Kantor Imigrasi Malang atau e-paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus, Surabaya. Keunggulan e-paspor yg paling penting yaitu bisa meminta visa waiver Jepang sehingga tidak memerlukan visa Jepang untuk ke Jepang, tapi tetap kita harus meminta visa waiver dulu ke kedutaan / konsulat Jepang. Visa waiver hanya perlu mengisi formulir sedangkan visa Jepang memerlukan dokumen2 lain seperti tiket pesawat, bookingan hotel, dll. Karena kebetulan tahun ini saya memegang tiket ke Jepang maka saya putuskan untuk membuat e-paspor di Surabaya. Sebenarnya jika selama masa berlaku paspor kita hanya berencana 1x ke Jepang maka biayanya kurang lebih saja antara paspor biasa (350rb) + visa Jepang (370rb) = 720rb vs e-paspor (655rb) + visa waiver (gratis). Karena jaga2 kemungkinan akan ke Jepang lebih dari 1x maka diputuskan membuat e-paspor.

Sebelum berangkat ke Surabaya, saya menyiapkan dulu dokumen2 yang diperlukan, yaitu:

  1. Akta lahir WNI (asli dan fotokopi kertas A4), yang akta nya WNA perlu dokumen tambahan seperti SBKRI dan surat ganti nama, buat pastinya sebaiknya ditanyakan ke kantor imigrasi
  2. E-KTP (asli dan fotokopi kertas A4, bukan diperbesar ukuran A4 tapi tetap ukuran normal hanya kelebihan kertas tidak dipotong)
  3. Kartu keluarga (asli dan fotokopi kertas A4)
  4. Paspor yg sekarang (asli dan fotokopi kertas A4 halaman biodata dan halaman paling akhir yg ada data alamat)

Ternyata selain diatas, kita masih membutuhkan 1 lembar materai 6rb yang saya beli seharga 7,5rb di kios fotokopi Kanim Kelas I Khusus, Surabaya.

Saya ke Surabaya hari Minggu 11 Juni dan menginap di rumah salah satu teman. Hari Senin 12 Juni saya tiba di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus, Surabaya jam 05.39 langsung mengambil nomer antrian dengan menggunakan sidik jari di pos satpam dan mengambil tanda pengenal. Setelah itu saya menunggu kantor buka sekitar jam 7 pagi, pelayanan pemeriksaan berkas dimulai jam 7.30 selama 2 jam, jadi pemeriksaan berkas berakhir jam 9.30, jika jam 9.30 nomer antrian anda belum dipanggil maka anda tidak dapat dilayani pada hari tersebut. Yang paling aman adalah nomer antrian 1-100, berikutnya 101-120, no 121-150 zona berbahaya (bisa dilayani bisa juga tidak), no 151 keatas, sebaiknya pulang saja. Pada saat saya membuat paspor, nomer antrian yg dipanggil cuma sampai 139 jadi nomer 140 dan keatas terpaksa pulang tanpa terlayani.

Nomer antrian pemeriksaan berkas dan tanda pengenal

Pertama semua orang dipanggil masuk untuk diberi pengarahan tentang syarat2 membuat/memperpanjang paspor, bagi yang syaratnya tidak lengkap diminta pulang daripada sia2 menanti giliran. Selanjutnya no antrian 1-100 diminta menunggu didalam ruangan karena akan dilakukan pemeriksaan berkas, setelah selesai semua no 1-100 dilanjutkan no 101-120 dan berikutnya 121-150 dimana pada saat jam menunjukkan pukul 09.30 pemeriksaan berkas dihentikan, yaitu saat no 139 sehingga no 140 dan keatas tidak terlayani. Bagi yang nomernya dipanggil tapi orangnya tidak ada maka nomer antriannya langsung hangus dan harus mengambil nomer antrian lagi (yang sudah pasti tidak akan terlayani).

Saat pemeriksaan berkas kita akan disidik jari, jika sidik jarinya berbeda dengan sidik jari pengambilan nomer antrian maka nomer antriannya hangus (harus ambil nomer antrian lagi). Saat berkas kita diperiksa, apabila lengkap maka akan diberikan map dan nomer antrian wawancara, sambil menunggu antrian wawancara maka kita mengisi formulir yang ada di dalam map tersebut dan melengkapi persyaratan dokumen. Saat diwawancara kemungkinan kita akan ditanya tujuan membuat paspor dan pekerjaan kita apa, serta diambil sidik jari dan foto. Selesai wawancara kita akan diberi Bukti Pengantar Pembayaran, kertas ini kita bawa ke bank persepsi untuk melakukan pembayaran. Kebetulan ada BRI yang berjarak sekitar 400m dari kantor imigrasi maka saya segera meluncur kesana untuk melakukan pembayaran. Setelah bayar kita akan mendapatkan Bukti Penerimaan Negara. Bukti Pengantar Pembayaran dan Bukti Penerimaan Negara disimpan baik2 karena digunakan untuk mengambil paspor baru. Kemudian saya kembali ke Malang.

Map dan nomer antrian wawancara

Hari Kamis 15 Juni sekitar jam 10 pagi saya mengirimkan email ke kanim_surabaya@imigrasi.go.id untuk menanyakan apakah paspor sudah bisa diambil dengan menyebutkan no permohonan paspor yang ada di Bukti Pengantar Pembayaran. Sekitar 15 menit kemudian email saya dijawab dengan mengabarkan paspor sudah siap diambil. Selama bulan puasa pengambilan paspor dilayani jam 12.30 – 14.00. Keesokan harinya Jumat 16 Juni saya mengambil paspor saya di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya dengan menyerahkan Bukti Pengantar Pembayaran dan Bukti Penerimaan Negara. Paspor lama dikembalikan. Proses pengambilan paspor sangat cepat, pertama kita ambil nomer antrian di mesin di ruangan pengambilan, kemudian menunggu dipanggil. Saya datang sebelum jam pengambilan buka dan mesin antrian belum bisa dipakai. Saat sudah jam pengambilan maka mesin antrian bisa dipakai, saya mendapat no 5 dan hanya menunggu antrian 10 menit untuk mendapatkan e-paspor saya. Ternyata e-paspor saya dicetak tanggal 13 Juni yang berarti hanya 1 hari selang pengajuan e-paspor dan pembayaran, jadi sebenarnya tanggal 14 Juni saya sudah bisa mengambil e-paspor saya.

Catatan lainnya

  • Salah 1 teman datang jam 03.30 dan mendapatkan nomer antrian 16. Lainnya ada yang datang jam 04.00 dan mendapatkan nomer antrian 25. Sebelum jam 05.00 maka mesin nomer antrian belum dibuka jadi antri manual berdiri berbaris.
  •  Menurut pak satpam jika bukan bulan puasa maka antriannya lebih heboh/banyak, disarankan datang lebih pagi
  • Salah 1 teman datang jam 05.47 dan mendapatkan nomer antrian 171 (tidak terlayani) plus formulir e-paspor habis
  • Saat saya datang 05.39 mendapat nomer antrian 89 🙂
  • Pertengahan Juli 2017 Kantor Imigrasi Khusus Kelas I Surabaya direncanakan pindah dari Waru ke daerah Juanda
  • Pembayaran paspor bisa dilakukan juga menggunakan klik BCA dengan memilih menu pembayaran kemudian pajak dan memilih jenis pajak: penerimaan negara. Masukkan kode bayar yang terdapat di Bukti Pengantar Pembayaran.
  • Buat syarat2 paspor anak, umroh dan haji langsung tanya ke kantor imigrasi karena saya kurang tahu pastinya.

Feature image diambil dari https://blog.sepulsa.id/wp-content/uploads/2017/04/Paspor-Indonesia-via-Peruri.jpg

Bukti Pengantar Pembayaran (putih) dan Bukti Penerimaan Negara (pink)

 

Pembayaran paspor dengan klikBCA