Itinerary Liburan Murah Ke Myanmar 8 hari

Itinerary Liburan Murah Ke Myanmar

Itinerary Liburan Murah Ke Myanmar
Sule Pagoda
Ngar Htatt Gyee
Ngar Htatt Gyee

Awalnya trip Itinerary Liburan Murah Ke Myanmar ini hampir batal karena serem dengar cerita salah seorang teman kalo di Myanmar itu panas sekali, lebih dari 40C dan kaki dia melepuh semua karena di kuil/pagoda sama sekali tidak boleh memakai alas kaki, kaos kaki sekalipun. Karena saya tidak tahan panas maka awalnya memutuskan batal pergi tapi setelah dipikir2 kapan lagi ke Myanmar. Ternyata selama kita di Myanmar suhunya berkisar 32-35C meskipun panas tapi karena kita kebanyakan sewa van jadi gak terlalu masalah. Kalo masalah lantai pagoda/kuil yang panas, kita jalan saja dipinggir nya atau ke pagoda/kuil pagi/sore/malam hari sehingga tidak panas.  Kalo difoto2 saya ada yang kelihatannya terik sekali dan saya tanpa alas kaki, percaya lah itu tidak panas lantainya, paling cuma hangat karena kalo panas saya juga tidak kuat 🙂

Kandawgyi Lake
Kandawgyi Lake
Shwedagon Pagoda
Shwedagon Pagoda

Senin, 7 Maret 2016 Surabaya (Malang) – Kuala Lumpur

Dengan pesawat AirAsia penerbangan terakhir  menuju Kuala Lumpur, tiba di KLIA 2 sekitar jam 00.40 tgl 8 Maret 2016, kita bertemu dengan teman2 dari kota lain di Quizzin foodcourt dan menghabiskan waktu disini

Musmeah Yeshua Synagogue
Musmeah Yeshua Synagogue
Saint Mary Catherdral
Saint Mary Catherdral

Selasa, 8 Maret 2016 Kuala Lumpur – Yangon

Terbang ke Yangon jam 06.55 dan tiba di Yangon jam 08.00. Timezone Myanmar adalah GMT +6.30. Setelah melewati imigrasi maka kita menuju tempat money changer (sebelum x-ray keluar), kita tukar USD ke MMK ada beberapa money changer, cari saja yang kurs nya terbagus, kita dapat USD 1 = MMK 1,218, untuk USD yang tidak mulus atau bukan keluaran terbaru maka nilai tukarnya lebih rendah. Disini juga ada kounter Telenor, salah satu operator GSM di Myanmar. Setelah tanya ke petugas money changer, mereka lebih menyarankan Telenor dibandingkan Ooredoo ataupun MPT, maka teman2 berramai2 membeli kartu SIM Telenor Tourist seharga MMK 12rb dapat pulsa MMK 5rb, data 1 Gb dan unlimited facebook. Saya tidak ikutan beli, karena kebanyakan hanya buat facebook yg notabene free (unlimited facebook) jadi saya nebeng hotspot aja ke teman2 he he. Oh ya kartu tourist ini berbeda dengan kartu2 Telenor yg dijual di kios2 / di kaki lima, kartu tourist ini memiliki koneksi yang jauh lebih cepat dari kartu Telenor yg biasa.

Selanjutnya kita naik taxi menuju kota seharga MMK 10rb dengan lama perjalanan sekitar 1 jam lebih karena ternyata Yangon macet dimana2. Setelah check-in di Backpacker Bed and Breakfast (highly recommended), kita berjalan kaki menuju Sule Pagoda yang tak jauh dari hostel. HTM Sule Pagoda MMK 4rb, sebenarnya tidak terlalu special apalagi jika dibandingkan dengan Shwedagon Pagoda, jadi bisa diskip dan foto2 dari luar saja daripada masuk dengan bayar MMK 4rb. Setelah dari Sule Pagoda kita menuju  Independent monument dan High Court Building yang lokasinya sangat dekat dengan Sule Pagoda. Karena kepanasan kita memutuskan untuk kembali ke hostel buat istirahat selama kurang lebih 2 jam dan kembali explore Yangon jam 16.00, senangnya AC di hostel super dingin.

Selesai istirahat siang dan mandi maka kita lanjut explore dengan menuju Kandawgyi Lake dengan naik taxi MMK 2.500. Disini ada perahu emas besar yang menjadi salah satu ikon Myanmar dengan HTM MMK 3rb buat 1 group. Kemudian dengan naik taxi seharga MMK 4rb buat 7 orang, kita menuju Chauk Htatt Ghyee yang merupakan Buddha tidur terbesar di Yangon, free entrance. Kemudian berjalan kaki menuju Ngar Htatt Gyee yang merupakan Buddha duduk terbesar di Yangon, free entrance. Selanjutnya naik taxi MMK 3rb menuju Shwedagon Pagoda, pagoda ini keren abis, sebaiknya kesini sore/malam saja selain tidak panas, juga pagoda nya tambah keren bermandikan cahaya lampu, HTM MMK 8rb. Ini adalah salah satu paling keren di Myanmar

Yangon street food
Yangon street food
JJ bus
JJ bus

Rabu, 9 Maret 2016 Yangon – Bagan

Pagi hari setelah sarapan di hotel, jalan kaki sekitar 10-15 menit menuju Musmeah Yeshua Synagogue yang merupakan rumah ibadah agama Yahudi, free entrance. Dari sini kita menuju ke St Mary Cathedral, saya menyarankan naik taxi seharga MMK 2-3rb tapi yg lain memilih jalan kaki dengan alasan masih pagi jadi tidak panas plus bisa lihat2, akhirnya jalan kaki lebih mahal drpd naik taxi karena sepanjang jalan jajan melulu he he plus gak nyampe2 juga karena kebanyakan jajan. Rute selanjutnya adalah belanja di Bogyoke market, di pasar ini dijual batu2 berharga, juga souvenir2. Kita menghabiskan waktu disini juga bersantai di Parkson sebelah market yg ber AC. Jam 5 kita berjalan kaki menuju hostel yg berjarak 2 blok, kemudian naik taxi MMK 8rb ke Mingalar Highway Bus Station, pesan taxi dari hostel saja, harganya lebih murah drpd tawar2an dg taxi nyetop di jalan.

Sesampai di kantor JJ bus, kita melakukan pembayaran tiket terlebih dulu, tiket sebelumnya sudah kita pesan melalui email ke joyousjourney.express@gmail.com. Pemesanan baru dapat dilakukan paling cepat H-2 minggu. Harga tiket bus VIP Yangon ke Bagan adalah USD 19, pembayaran bisa dalam USD atau MMK. Sambil menunggu jam keberangkatan, kita makan malam di sekitar situ, masakan Myanmar, mirip2 masakan padang karena banyak minyak. Kita tunjuk menu yg kita mau, dan dihidangkan mengunakan piring kecil, sama kayak makan di restoran padang. Jam 20.00 bus pun berangkat menuju Bagan, kursi bus besar karena sederet cuma isi 3, ada sandaran kaki, kita mendapat tissue basah, 1 botol air mineral dan snack, untuk durasi tertentu snack diganti dengan makan malam. Jadi jangan bingung dapat makan atau tidak, seandainya dikasih snack berarti tidak ada makan. AC bus lumayan dingin jadi bisa tidur dengan nyenyak. Oh ya tidak ada toilet di dalam bus tapi toilet stop sekitar setiap 2-3 jam sekali

IMG_6409
Bagan Hot Air Ballon
Old Bagan
Old Bagan

Kamis, 10 Maret 2016 Bagan

Sekitar jam 05.30 kita sampai di terminal bus Bagan, pertama kali kita beli tiket bus untuk menuju Mandalay untuk besok. Karena udah research sebelumnya maka kita langsung mencari Ok bus, yang ternyata adalah shuttle van, tiket ke Mandalay sekarga MMK 9rb (lama perjalanan 5 jam), kita disuruh datang di terminal jam 07.30 pagi. Ternyata kita bisa pesan tiket OK shuttle van ini di Shwe Na Di Guesthouse tempat kita nginap dengan harga yg sama dan dijemput di Shwe Na Di Guesthouse, karena kita sudah ada tiket maka kita minta tolong owner Shwe Na Di buat menelponkan dan mengganti dari datang di terminal menjadi dijemput di Shwe Na Di. Juga karena ini sebenarnya shuttle van maka kita bisa minta diturunkan langsung ke hotel kita di Mandalay, bukan harus turun di terminal bus.

Di terminal bus Bagan banyak sekali orang yg menawarkan tur keliling Bagan dengan harga tinggi, USD 30 per orang. Akhirnya setelah nego, kita dapat sewa van buat 7 orang dengan harga MMK 120rb sunrise Old Bagan – check in hotel – Mount Popa – Old Bagan. Memasuki Bagan van berhenti di pos masuk dimana kita ditarik Bagan Zone Fee MMK 25rb per orang, Selanjutnya kita menuju salah satu pagoda buat melihat sunrise, tangga menuju atas lumayan terjal. Berikutnya kita menuju Shwe Na Di Guesthouse buat check-in ternyata kita bisa langsung check-in bahkan boleh breakfast juga tanpa bayar extra (harusnya baru dapat breakfast besoknya). Setelah mandi2 maka kita menuju Mount Popa kurang lebih 2 jam termasuk waktu mampir di warung teh dan manisan gula kelapa. Rencananya cuma mau lihat Mount Popa dari jauh karena Mount Popa lumayan tinggi tapi sesampai disana teman2 maksa minta naik. Akhirnya naik juga padahal naiknya lumayan menghabiskan tenaga, cuma sepanjang perjalanan naik banyak tempat buat duduk2 istirahat. Selanjutnya kita kembali ke Bagan dan makan siang yang telat, mulai lah traged itu, restoran2 di Bagan bertema terbuka sedangkan Bagan banyak sekali debu, maka peralatan makan banyak sekali debu nya, kita juga curiga kalo debu di makanan banyak sekali. Selesai makan, jam sudah menunjukkan waktu 15.30 hampir semua kecapekan dan memutuskan untuk istirahat di hotel dan membatalkan keliling Old Bagan. Saat istirahat di hotel, mulai lah beberapa orang muntah2. Saya sendiri merasa kembung. Jadi kita tidak jalan2 lagi melainkan istirahat di hotel.

Tea time otw to Mount Popa
Tea time otw to Mount Popa
Mount Popa
Mount Popa

Jumat, 11 Maret 2016 Bagan – Mandalay

Selesai sarapan pagi, kita check out dan menunggu jemputan OK shuttle van ke Mandalay. OK shuttle van datang sekitar 08.30 maka mulailah perjalanan 5 jam menuju Mandalay. Sayang lupa foto OK shuttle van tapi memang van nya OK bersih, lega dan ACnya dingin. Karena ternyata kita bisa minta drop di Hotel A1 Mandalay maka kita menghubungi sewa van di Mandalay agar menunggu di Hotel A1 bukan di terminal bus sesuai perjanjian semula. Tentu saja orang nya dengan senang hati mengunggu di Hotel A1 karena terminal bus jauh diluar kota.

Setelah check-in di Hotel A1 (highly recommended) maka kita pun keliling Mandalay dengan van sewa’an USD 32, 2 orang teman memutuskan istirahat di hotel karena muntah2 hebat. Kita menuju Mandalay Palace, Atumashi Kyaung, Shwenandaw Kyaung, Kuthodaw Pagoda & the World’s Largest Book dan Sandamuni Pagaoda. Saat memasuki Mandalay Palace kita membayar Mandalay Zone Fee sebesar MMK 10rb yg kata petugasnya meliputi semua obyek wisata di Mandalay tapi ternyata tidak berlaku di Mandalay Hill. Selesai keliling Mandalay kita mampir di supermarket buat beli buah2an, dll. Saya juga membeli susu guna menyerap racun dari makanan di Bagan. Malam harinya terserang diare tapi tidak terlalu parah.

Mount Popa
Mount Popa
Kuthodaw Pagoda & the World's Largest Book
Kuthodaw Pagoda & the World’s Largest Book

Sabtu, 12 Maret 2016 Mandalay

Dengan menyewa van seharga USD 67 hari ini kita mengunjungi kota/desa disekitar Mandalay. Contact Person sewa van: myoyanaung2012@gmail.com. Pertama kita ke Mandalay Hill dulu, dari sini kita bisa melihat kota Mandalay dari ketinggian. Selanjutnya menuju Amarapura, mengunjungi Uminthoneze pagoda dan Soonuponnyashin pagoda. Dari sini kita menuju Mingun sejauh kurleb 2-2.5 jam, sesampai di Mingun ternyata matahari lumayan panas dan jalan kaki tanpa alas kaki menuju kuilnya lumayan jauh, berhubung banyak yg kondisi kurang fit jadi kita malas dan cuma foto2 dari parkiran tapi kita didatangi petugas yg memaksa agar kita membayar Mingun Zone Fee MMK 4rb, akhirnya kita berdebat dengan petugas karena kita tidak masuk cuma foto2 dari parkiran, dan ngotot gak mau bayar, akhirnya petugasnya pun pergi sambil ngomel2

Rute selanjutnya adalah Inwa, untuk menuju desa Inwa kita naik perahu seharga MMK 1rb per orang. Selanjutnya bisa jalan kaki tapi jauh, panas dan sangat berdebu. Opsi lain adalah naik delman seharga MMK 5rb per orang mengunjungi Yandana Sinme Pagoda, Bagaya Monastery (butuh Mandalay Zone Fee MMK 10rb, yg kebetulan kita udah beli kemarin), Palace Tower dan Maha Aung Mye Bonzan Monastery.

Rute terakhir adalah Ubein teak bridge di Amarapura yg merupakan jembatan kayu terpanjang di dunia, dari sini kita menuju terminal bus Mandalay untuk naik bus JJ ke rute selanjutnya yaitu Nyaung Shwe (Inle), perjalanan kali ini gak bisa tidur entah suspensi bus nya yg kurang bagus atau jalanan nya yg bergelombang

Uminthoneze pagoda
Uminthoneze pagoda
Bagaya Kyaung Monastery
Bagaya Kyaung Monastery

Minggu, 13 Maret 2016 Nyaung Shwe, Inle

Sekitar jam 4.45 kita sampai di Nyaung Shwe, Inle dari tempat pemberhentian bus JJ kita naik tuk2 MMK 5rb menuju Manaw Thu Kha Hotel (highly recommended) dan langsung boleh check in. Jam 5.30 berjalan kaki menuju boat jetty, yg lumayan juga dr hotel sekitar 20-30 menit jalan kaki jadi bisa juga naik tuk2 tapi sepagi itu belum ada tuk2 berkeliaran. Di boat jetty ini kita bisa menyewa perahu untuk seharian keliling Inle Lake seharga MMK 5rb per orang. Pagi ini kebetulan masih sempat liat sunrise beserta atraksi para nelayan. Selanjutnya keliling Inle Lake yg airnya keruh plus gosong karena perahunya gak ada atap. Setelah mengunjungi 3-4 kita tempat putuskan untuk balik walaupun rutenya belom selesai karena selain udah bosen dan juga mulai kerasa gosong. Selanjutnya kita habiskan dengan tidur2an di hotel

IMG_6594
Maha Aung Mye Bonzan Monastery
IMG_6580
Bagaya Monastery

Senin, 14 Maret 2016 Nyaung Shwe, Inle – Yangon

Hari ini rencananya akan ke Kalaw untuk jalan2 semi trekking di ladang bunga tapi karena beberapa orang masih diare parah jadi terpaksa dibatalkan dan diganti ke Red Mountain Estate (winery). Sengaja check out jam 11.30 buat kasih orang2 yang diare, beristirahat memulihkan tenaga, heran diare kok gak sembuh2 sih 🙂 . Jam 11.30 setelah titip koper kita menuju Red Mountain winery dengan tuk2 seharga MMK 6rb pp sebenarnya bisa mampir ke monastery juga, tapi pada saat ini kita sudah eneq2 liat monastery, kuil dan pagoda. Di Red Mountain Estate kita bisa ikut winery tour gratis (turnya gak menarik) atau ngafe dan tentunya foto2 di kebun anggur.

Sekitar 2,5 jam kemudian kita balik dan minta didrop di Golden Kite restoran yg berjarak sekitar 10 menit jalan kaki dari hotel, masakan chinese food di Golden Kite ini selain enak, harganya pun wajar. Selesai makan siang disini kita pun SPA di SPA sebelah Golden Kite, saya memilih Myanmar Traditional Massage seharga USD 8 buat 1 jam, pembayaran bisa dalam MMK. Selesai SPA kita kembali ke hotel buat mengambil koper dan menuju tempat bus JJ dengan tuk2. Perjalanan menuju Yangon lagi2 gak bisa tidur, kali ini dapatnya makan malam bukan snack

Red Mountain Estate (winery)
Red Mountain Estate (winery)
Red Mountain Estate (winery)
Red Mountain Estate (winery)

Selasa, 15 Maret 2016 Yangon – Golden Rock

Sesampai di Yangon Mingalar Highway Bus Station, kita sempat kesulitan mencari kantor JJ bus karena terminalnya sangat besar terdiri dari beberapa blok. Van sewa’an kita telah menunggu di JJ bus, kita menyewa van seharga USD 220 untuk ke Golden Rock dan Bago, karena awalnya ber-8 jadi kita sewa van 14 seaters supaya lega tapi yg satu orang batal. Contact person sewa van di facebook dg nama akun: Nay Linn. Sebenarnya kita dapat hargaa yg sama dari Backpacker Bed and Breakfast, jadi bisa sewa dari hostel juga cuma meet up nya jangan di hostel karena dari terminal bus ke hostel itu 1,5 jam trus balik lagi keluar kota jadi habis waktu hampir 3 jam

Karena pada kelaparan, dalam perjalanan kita mampir dulu di Food Village, yang rasanya enak dan penyajiannya sangat cepat dengan harga wajar. Sesampai di Kinpun kita naik truk terbuka seharga MMK 2.5rb per orang, setelah kepanasan dan serasa naik roller coaster selama 1 jam sampai lah kita di Golden Rock / Kyaiktiyo Pagoda dan membayar tiket masuk MMK 6rb kemudian berjalan kaki tanpa alas kaki kurang lebih 10 menit (untung lantainya gak panas), eh Golden Rocknya lagi ditutup2i karena lagi dibersihkan. Kecewa banget setelah menempuh perjalanan jauh gagal berfoto dg Kyaiktiyo Pagoda yg merupakan situs agama Buddha no 3 terpenting di Myanmar setelah Shwedagon Pagoda (Yangon) dan Mahamuni Pagoda (Mandalay). Karena kecewa dan juga udah eneq2 liat kuil/pagoda/biara akhirnya kita batal mampir ke Bago (walaupun udah termasuk dalam sewa van) dan langsung menuju Yangon.

Golden Rock / Kyaiktiyo Pagoda
Golden Rock / Kyaiktiyo Pagoda
Golden Rock mini / Kyaiktiyo Pagoda
Golden Rock mini / Kyaiktiyo Pagoda

Rabu, 16 Maret 2016 Yangon – Kuala Lumpur – Surabaya (Malang)

Pagi2 jam 05.30 kita menuju ke airport dengan taxi yg dipesan dari hostel seharga MMK 8rb lebih murah dari harga di luaran. Kita menukarkan sisa uang MMK ke USD di money changer di bandara. Maka dimulailah perjalanan pulang, baru sampai di rumah Malang sekitar jam 23.

Menurut saya Myanmar 8 hari memang terlalu lama karena akan bosen2 liat  kuil/pagoda/biara, Myanmar sendiri menarik untuk dikunjungi terlepas panas dan banyak debu terutama di Bagan. Saya rasa 6 atau 7 hari sudah cukup, tidak usah ke Inle

Mandalay Hilll
Mandalay Hilll
High Court Building
High Court Building

Semoga itinerary Liburan Murah ke Myanmar ini dapat membantu teman-teman pembaca blog Turis Kere 🙂

16 thoughts on “Itinerary Liburan Murah Ke Myanmar 8 hari

  1. Keren, Andreas…
    Btw, kalau Kamu pergi itu bareng teman2 yg Sdh lama kenal atau yg Baru? Kalau boleh saya pengen join Kamu backpacker an 🙂

    1. Pertama kali kenal teman2 jalan yah lewat facebook, lama2 sering pergi bareng. Boleh aja kalo mau ikut 🙂

  2. Saya agustus ini ada pergi ke myanmar..tp bingung memutuskan antara inle dan mandalay? Yang jelas saya ke yangon dan bagan. Kira2 abang andreas mrekomendasikan mana antara mandalay dan inle? Krena saya pikir klo liat pagoda terus bisa bosan blm mahal tiket masuknya. Trus di inle reviewnya danaunya keruh..

    1. Pilihan yg sulit, pertimbangan kamu betul. Inle Lake menurut saya kurang menarik.
      Kalo diantara 2 itu saya pilih Mandalay dan sekitarnya

  3. Halo,
    Saya berencana ke Myanmar dan baca blog ini. Terima kasih sekali atas tulisannya. 🙂

    Saya cuma ingin memastikan, berarti kalau orang Indonesia masuk Myanmar tidak perlu bikin visa apa-apa kan, ya, sekarang? Tinggal masuk lewat bandara dan dapat izin berkunjung 12 hari. Betul tidak?

    Terima kasih banyak. 🙂

    1. Yap benar pemegang paspor Indonesia bebas visa 14 hari, bisa dibaca disini: https://en.wikipedia.org/wiki/Visa_policy_of_Myanmar
      Ada kemungkinan petugas imigrasinya gak tau kalo Indonesia bebas visa, sebaiknya itu yg di wikipedia kamu print saja terus tunjukkan ke dia. Karena ada teman dapat petugas imigrasi yang gak tau kalo Indonesia bebas visa waktu itu tapi setelah bilang dia yakin kalo Indonesia bebas visa, ama petugas imigrasi diloloskan

  4. nanya dong, untuk taxi selama di yangoon apakah menggunakan argo atau tawar menawar gitu?info dari tmn saya katanya scam city di myanmar juga agak2 seram..trimakasih yaa

  5. Hi andreas kebetulan saya ada rencana ke bagan, myanmar
    Kalo mau jalan2 muterin old bagan sebaiknya sewa sepeda electrik atau sewa mobil ya?
    Kebetulan kita rencana besok nginep Nyang U.

  6. halo mas.
    mau nanya. jadi perjalanan dari KUL ke myanmar berapa jam?

    dan perbedaan waktunya berapa jam kalo misal di indonesia bagian barat/surabaya jam 7 pagi disana jam berapa?

    trimakasih

    1. Wah sori gak ingat berapa jam
      Myanmar GMT +6.30 sedangkan WIB itu GMT +7 jadi lebih cepat WIB 30 menit. Kalo di Surabaya jam 7 pagi maka di Myanmar jam 6.30

Comments are closed.